Mengenai Saya

Facebook Badge

Darwin Tantiono's Facebook profile

Rabu, September 17, 2008

Rumah Sakit-Rumah Sakit Yang Didirikan Oleh Masyarakat Tionghoa, Chususnya Tionghoa Ie Wan-Satu Kontribusi Masyarakat Tionghoa (Bagian 2)

Rumah Sakit-Rumah Sakit Yang Didirikan Oleh Masyarakat Tionghoa, Chususnya Tionghoa Ie Wan-Satu Kontribusi Masyarakat Tionghoa (Bagian 2)


Beberapa tahun yang lalu saya berkunjung di rumah sakit yang didirikan oleh masyarakat Tionghoa Surabaya, Rumah Sakit Adi Husada, dahulu namanya rumah sakit Tionghoa Ie Wan. Sebelumnya memang aku sudah sering berkunjung ke rumah sakit ini, karena banyak kolega-kolegaku yang dahulu aku sudah kenal waktu mahasiswa di universitas Airlangga. Juga aku berkesempatan bertemu dengan bapak Yap Eng Kie, aktivis dan sebagai salah satu pimpinan perkumpulan Tiong Hoa Ie Wan berpuluh-puluh tahun lamanya.


Aku ke sana diantar oleh saudara Kresno, Yao Tjin-Bing dan saudara Ir. Budi Listijo Suboko, sampai disana, tampak rumah sakit ini penuh dengan pasien dan pengantar, melihat dari pakean penderita dan parapengantar dapat disimpulkan bahwa penderitanya kebanyakan adalah dari rakyat biasa. Didepan rumah sakit banyak becak-becak menunggu penumpang dan tempat parkir mobil juga sudah penuh. Orang berjalan berjejal-jejal dari segala etnis, menurut tafsiran saya kebanyakan orang-orang yang dinamakan Pribumi. Ini mencerminkan kepercayaan masyarakat Surabaya terhadap rumah sakit ini, karena pengabdian pegawai Rumah sakit Tiong Hoa Ie Wan yang baik bagi masyarakat dan terutama rakyat yang kelas sosialnya rendah; harganya terjangkau buat mereka. Ini menunjukkan pula bahwa gedung dari rumah sakit ini sudah kekecilan, tidak dapat memenuhi bertambah banyaknya penderita yang berdatangan setiap hari. Kalau kita lihat letaknya rumah sakit yang sentral sukar untuk mengadakan pengluasan didaerah yang penuh rumah-rumah penduduk dan kantor-kantor perusahaan, daerah yang betul-betul sudah sesak. Saya rasa juga sulitnya keuangan untuk membeli rumah-rumah disekitar rumah sakit ini untuk pengluasan, mengingat daerah ini adalah daerah perdagangan, harganya sangat tinggi. Karena banyaknya penderita-pnderita yang minta pertolongan di kota Surabaya, maka rumah sakit Tionghoa Ie Wan diperluas dengan dibangunnya lagi di jalan Kapasari, dimana Tempo Doeloe gedung dari Tiong Hoa Hwee Kuan. Sayang sekali berhubung waktu kunjungan saya, yang singkat, sehingga tidak sempat lagi bagi saya untuk berkunjung ke sana.


Kami berjalan dan naik ke tingkat satu ke kantor penerimaan tamu dan disini kami ditrima dengan ramah oleh Ketua perkumpulan Dr. Kesuma Halim (Kuo Sao Lim) dan direkturnya Dr Eddy Listiyo serta stafnya, kedua dokter saya sudah mengenalnya banyak tahun sebelumnya, terutama Dr. Kuo yang juga mendapatkan pendidikan kedokteran di Universitas Airlangga seperti aku, Cuma beliau lebih muda dari aku.


Setiap orang Tionghoa di Surabaya dan demikian aku yang lahir dan dibesarkan di Petjinan dari kota ini, siapa yang tidak kenal dengan rumah sakit ini yang didirikan atas inisiatif dokter-dokter Tionghoa didikan Belanda dan masyarakat Tionghoa Suarbaya. Rumah sakit rumah sakit seperti ini pada periode sebelum perang dunia kedua tersebar luas di kota-kota besar dan bahkan juga kota-kota yang sedang seperti Malang ada rumah sakit Tionghoa Ie Wan, sekarang namanya rumah sakit Panti Nirmala, diSurakarta rumah sakit Dr. Oen yang sekarang berkembang menjadi tiga rumah sakit, diantaranya dua rumah sakit yang besar dan modern. DiBatavia dahulu ada dua rumah sakit yang besar di dirikan oleh masyarakt Tionghoa seperti Rumah Sakit Yang Seng Ie yang didirikan oleh Dr. Kwa Tjwan Sioe dan Rumah Sakit Sin Ming Hui yang dipimpin oleh Dr. Loe Ping Kian. Demikian juga rumah sakit yang didirikan oleh masyarakat Tionghoa diSemarang yang namanya rumah sakit Tionghoa Ie Wan, sekarang rumh sakit Telogo Rejo, dan masih adalagi diBandung. Belum saya tulis rumah sakit-rumah sakit yang kecil-kecil yang mengobati chusus seperti misalnya rumah sakit kebidanan dan poliklinik-poliklinik. DiJakarta, didaerah Polonia dulu ada poliklinik yang didirikan oleh Chung Hua Chung Hui dimana saya juga ikut membantunya dan mencarikan dokternya, adalah teman saya yang saya lupa namanya.

Tidak ada komentar: